Tips Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini

Sebentar lagi akan tiba saat yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, yaitu bulan Ramadhan. Sebelum itu tentu umat Islam dunia akan melakukan kewajiban puasa sebulan penuh. Sudahkah Anda mempersiapkan si kecil untuk ikut berpuasa?

Pada saat bulan puasa nanti adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan anak berpuasa dan melatihnya supaya saat bulan Ramadhan tiba mereka terbiasa berpuasa. Tapi kebanyakan orang tua akan kebingungan bagaimana untuk memulainya.

Meskipun tidak gampang ya mengajarkan anak untuk berpuasa itu, jadi bisa dimulai perlahan sebagai perkenalan terlebih dahulu. Lalu kapan waktu yang tepat buat ngajarinnya dan di usia berapa bisa dimulai? Meski bakalan menjumpai banyak kendala saat mengajarkan anak berpuasa, orang tua jangan putus asa ya.

Cara Mudah dan Cepat Mengajarkan Anak Berpuasa

Sebab melatih anak untuk berpuasa dari nol dan sejak dini memang membutuhkan kesabaran dan semangat tinggi. Karena tidak jarang lho kendala yang hadir itu asalnya dari sikap orang tua yang setengah hati buat mengajarkan anak berpuasa.

Membiasakan anak untuk ikut puasa sejak dini merupakan langkah paling tepat. Atau Anda juga bisa menggunakan tips mengajarkan anak berpuasa berikut ini:

  1. Melatih anak puasa secara bertahap

Di tahun pertama si kecil bisa di awali dengan langkah melatih anak berpuasa selama 3 hingga 4 jam. Jika 3-4 jam anak dirasa kuat maka bisa ditambahkan hingga jamnya, misalnya saja sampai jam 12 siang yang biasa disebut puasa setengah hari untuk anak-anak.

Kemudian ditahun kedua anak paham tentang puasa bisa menambah durasi waktunya yaitu sampai sore ya. Sehingga proses anak berpuasa bisa dilakukan dan dilatih secara bertahap. Meski demikian orang tua memang perlu sabar dan tidak patah semangat mengajarkannya.

  1. Berikan apresiasi atau menghargai segala usaha anak saat berpuasa

Kita sebagai orang tua tidak bisa langsung menerapkan puasa full pada anak. Sehingga orang tua perlu lebih sedikit bersabar saat mendampingi anak berpuasa. Bisa dengan memberikan apresiasi untuk usaha anak karena telah mampu berpuasa selama beberapa jam.

Saat anak merasa lapar serta haus dan waktu berbukanya masih lama, jangan mematahkan atau membuat mereka down dengan mengejeknya. Alangkah baiknya sebagai orang tu memberikan support dan apresiasi ke anak dengan usahanya telah mau berpuasa.

  1. Berbuka dengan masakan kesukaan anak

Sebagai orang tua, jika si kecil lahap makan pasti bahagia bukan? Sama halnya ketika anak berpuasa, menu berbuka menjadi salah satu trik untuk membuat si kecil bersemangat berpuasa. Pilih menu buka puasa yang anak senangi.

Menu berbuka yang mereka suka adalah kunci sukses dalam menggugah semangat dan selera makan mereka nantinya. Sehingga mereka akan menantikan buka puasa dengan penuh harapan dan suka cita.

  1. Memberikan contoh baik pada anak

Tidak etis ketika kita sebagai orang tua menyuruh anak berpuasa, sementara kita makan di saat waktu puasa tiba. Jadi memberikan contoh atau teladan yang baik pada anak saat berpuasa juga sangat berpengaruh pada perkembangan anak dalam memahami puasa itu apa.

Jadi berikanlah contoh baik dan latih anak dengan cara-cara yang baik pula. Walaupun tidak mudah dalam mengajarkan anak berpuasa, tapi sebagai orang tua kita perlu memberikan contoh yang baik dan benar tidak hanya pada puasa saja, namun disegala aspek kehidupan.

  1. Berikan jadwal yang konsisten

Biasanya para ibu yang paling tidak tega melihat anak-anaknya kelaparan. Jadi saat puasa tiba, mau tidak mau seorang Ibu harus mengesampingkan hal tersebut. Karena melatih anak berpuasa tentu saja membutuhkan jadwal yang konsisten untuk dijalankan.

Walaupun anak-anak masih susah untuk diatur dan diberikan pengertian mengenai puasa ini, boleh kok perlahan-lahan seperti memberikan jadwal yang lebih intens namun dengan durasi waktu secara bertahap agar anak tidak kaget.

  1. Jelaskan arti puasa pada anak dengan jelas dan mudah dipahami

Memberikan penjelasan seputar anak berpuasa bisa memudahkan para orang tua dalam melatinya. Jika si kecil paham tentang arti puasa itu sendiri biasanya akan lebih mudah untuk diajarkan untuk berpuasa.

Seperti kata paptah bahwa “tak kenal maka tak sayang”, jadi kenalkan puasa pada anak sejak dini agar mereka memahami dengan baik dan bisa menyambut bulan Ramadhan dengan antusias tinggi. Sebab pada akhirnya mereka paham pentingnya berpuasa.

  1. Hindari sikap memaksa pada anak ‘

Tips mengajarkan anak berpuasa yang paling penting adalah tidak memaksa. Karena memaksa anak berpuasa sama saja membuat mereka memberontak dan tidak sepenuhi hati menjalaninya. Jadi bisa secara bertahap dan hindari memaksakan anak berpuasa.

Karena usia anak yang masih kecil membutuhkan pendekatan yang berbeda pada orang dewasa. Jika kita tetap memaksakannya pada anak pasti akan menimbulkan dampak negative nantinya ke anak tentang puasa ini. Jadi lakukan secara bertahap saja dan hindari memaksa anak berpuasa.

Kondisi tiap anak pasti berbeda-beda, sehingga pendekatan dan perlakuannya pun juga pasti berbeda-beda dari anak satu dengan anak lainnya. Dan yang paham akan kondisi anak tentu adalah orang tua, sehingga pastikan si kecil mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan cara yang tepat dan benar.

Jadi orang tua bisa santai saja dalam mengajarkan si kecil berpuasa. Karena puasa belum wajib bagi anak-anak yang belum memasuki masa balignya. Namun penting sekali mengajarkan anak berpuasa sejak dini dengan porsi dan tahapan yang tidak terburu-buru atau memaksakan.

Manfaat Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini

Banyak sekali manfaat puasa bagi anak-anak, berikut ini merupakan manfaat baik mengajarkan atau melatih anak berpuasa sejak dini:

  • Membuat anak lebih mengenal dan dekat pada Tuhannya

Mendekatkan diri pada sang pencipta adalah hal yang wajib dilakukan oleh semua umat beragama. Dengan dekat dengan Tuhan maka manusia mengenal siapa dirinya. Jadi manfaat anak berpuasa ini bisa sekaligus membuat anak mengenal siapa Tuhannya. Sehingga mereka akan lebih bisa memahami kehidupan dengan luas tanpa kehilangan dirinya sendiri.

  • Menyehatkan tubuh anak

Meski banyak Ibu khawatir ketika anak berpuasa, karena takut kebutuhan gizi tubuh anak tidak tercukupi. Apalagi bagi anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang. Itu sebabnya dibutuhkan trik dan tips yang tepat dalam mengajarkan anak untuk berpuasa.

Seperti yang ada di poin satu bahwa mengajarkan anak puasa bisa secara bertahap. Jika anak sudah mampu untuk berpuasa selama 12 jam maka racun di dalam tubuhnya pun akan ikut terbuang dengan sendirinya. Sehingga tidak heran jika puasa bisa menjaga Kesehatan tubuh anak dengan baik.

  • Melatih anak sabar dan displin

Manfaat melatih anak berpuasa sejak dini adalah bisa sekaligus membuat anak untuk belajar tentang kesabaran dan kedisplinan. Karena berpuasa membutuhkan tanggungjawab diri yang kuat. Sebab kita dituntut untuk tidak makan dan minum hingga waktu berbuka diperbolehkan.

Mengajarkan anak berpuasa sejak dini bisa membentuk kedisiplinan anak. Tidak hanya kedisplinan namun juga kesabarannya juga akan terbentuk dengan lebih baik. Manfaat baik dari mengajarkan anak untuk puasa memang memiliki dampak bagus bagi kehidupannya jika dilakukan dengan cara yang benar

  • Menumbuhkan rasa empati pada diri anak

Bulan Ramadhan menjadi momen terbaik dalam mengajarkan anak berpuasa. Karena momen ini mampu menumbuhkan dan meningkatkan rasa empati pada diri anak. Mereka akan lebih memahami bagaimana rasanya lapar dan haus tapi mereka dituntut untuk menahannya.

Bulan Ramadhan juga momen penting yang bisa kita ajarkan ke anak untuk melakukan sedekah setelah puasa sebulan penuh. Hal ini akan menumbuhkan rasa empati terhadap orang lain yang kesusahan. Dan mampu mengajarkan anak lebih menghargai hidup serta mampu bersosialisasi dan mengekspresikan diri dengan lebih baik lagi.

  • Melatih anak mengontrol emosinya

Tidak banyak orang tua tahu bahwa mengajarkan anak berpuasa tidak melulu melatih anak untuk menahan rasa lapar dan haus saja. Sebab orang tua juga perlu menjadi teladan bagi anak ketika berpuasa. Salah satunya adalah mampu mengontrol emosi diri.

Dengan berpuasa maka kita juga melatih anak untuk mampu mengontrol emosinya sendiri saat berpuasa. Itu sebabnya manfaat berpuasa sangat bagus dilakukan dan dikenalkan pada anak sejak dini. Karena momen puasa setahun sekali ini bisa menjadi momen terbaik mengajarkan banyak hal kepada anak-anak.

  • Mengajarkan anak untuk selalu bersyukur

Manfaat melatih anak berpuasa sejak dini lainnya adalah kita sebagai orang tua mampu meningkatkan dan menumbuhkan rasa syukur dalam diri anak-anak dengan baik. Karena berpuasa sendiri adalah menahan banyak hal buruk untuk dilakukan sehingga tinggal hal baik yang didapatkan salah satunya adalah rasa syukur.

Berpuasa menjadi momen untuk menumbuhkan atau meningkatkan rasa syukur ke dalam diri anak-anak. Hal ini akan anak dapatkan ketika mereka berbuka puasa. Di mana mereka sudah diperbolehkan makan dan minum secukupnya.

Banyak hal baik yang akan anak-anak dapatkan dengan hanya berpuasa. Dengan pendampingan yang benar dari orang tua, berpuasa bukan menjadi momen berat tapi berubah menjadi momen terbaik dalam hidup untuk meningkatkan kualitas diri.

Itulah mengapa mengajarkan anak berpuasa sejak dini menjadi satu hal yang penting dan wajib. Karena manfaatnya sendiri begitu luar biasa pada kehidupan manusia. Dengan berpuasa anak-anak bisa mengendalikan dirinya sendiri dengan tidak melakukan hal-hal jelek atau buruk.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa mengajarkan anak berpuasa bisa menjadi momen dalam melatih anak untuk mengontrol emosinya. Sehingga anak-anak akan lebih tenang dan terhindar dari sikap marah-marah, menangis atau kenakalan-kenakalan lainnya.

Meskipun akan dirasa sulit dan berat bagi orang tua di awal mengajarkan anak berpuasa, namun dengan sebulan penuh menahan banyak hal buruk selama berpuasa maka si kecil akan terbiasa dan bisa menjadi kebiasaan yang baik untuknya.

Nah, itulah pentingnya mengajarkan anak berpuasa sejak dini. Akan tetapi perlu diingat bahwa orang tua tidak boleh memaksakan anak hingga di luar batas apa yang anak-anak mampukan. Jadi melatih anak untuk berpuasa bisa dilakukan dengan tahapan yang benar dan tidak menimbulkan traumatic pada anak. Sehingga kesan puasa di mata anak bisa terjaga dengan baik jika dilakukan dengan hati yang gembira dan perasaan yang ikhlas menjalaninya.

Leave a Comment