Cara Membuat Anak Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Setiap anak itu memiliki bakat dan juga kemampuan yang berbeda setiap individu nya. Maka dari itu sebaiknya orang tua perlu untuk mengenali karakter kepemimpinan pada anak sejak dini. Orang tua mana yang tidak bangga bila anak mereka menjadi seorang pemimpin?

Mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Sebab itulah tidak heran bila banyak orang tua yang berlomba-lomba membentuk karakter pemimpin di dalam diri anak sejak dini. Bila ingin menjadikan anak seorang pemimpin.

Jiwa kepemimpinan pada anak dapat melatih rasa tanggung jawab, disiplin serta ketekunan yang bermanfaat bagi masa depan anak. Pola asuh dan bimbingan orang tua akan sangat berperan penting dalam membentuk jiwa kepemimpinan di dalam diri anak.

Karena biasanya anak akan meniru dan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang dewasa yang ada di sekitarnya, maka dari itu cara terbaik dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada si kecil ialah dengan memberikan contoh secara langsung.

Pendidikan dini di dalam rumah merupakan hal yang paling berpengaruh terhadap kepribadian dan kemampuan bertahan anak termasuk dalam urusan kepemimpinan.

 

Cara Membuat Anak Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh para orang tua dalam membuat anak memiliki jiwa kepemimpinan. Berikut beberapa cara membuat anak memiliki jiwa kepemimpinan:

  • Membentuk Karakter Yang Dapat Dipercaya

Sebelum membengkali anak dengan jiwa kepemimpinan, para orang tua perlu menjadi orang yang dipercaya oleh anak. Bila orang tua telah dipercaya oleh anak maka secara langsung si kecil akan mengikuti anda.

  • Menunjukkan Kejujuran

Sebagai orang tua, tunjukkanlah kejujuran pada anak agar nantinya mereka juga akan berperilaku jujur, karena anak akan selalu mengikuti orang tua nya.

  • Jangan Berperilaku Keras

Apabila si kecil melakukan suatu kesalahan maka beritahulah dengan baik tanpa harus berperilaku keras dan kasar kepada si kecil. Bila ada perbuatan penyimpangan lebih baik beri tahu dengan baik bukan dengan sesuatu yang keras.

  • Biarkan Anak Memutuskan

Dalam cara mendidik anak, sebaiknya anda harus berani membiarkan mereka yang memutuskan mengenai segala sesuatu rencana tentang kehidupan mereka. Biarkan anak yang memutuskan untuk mau sekolah dimana sebagi contohnya. Karena menurut peneliti yang paling penting ialah si kecil dapat membuat keputusan dan memulainya.

  • Percaya Pada Anak

Dalam mendidik anak agar dapat memiliki jiwa kepemimpinan selanjutnya ialah harus memiliki sikap berani dan siap. Berani dan siap yang dimaksud disini ialah ialah misal seperti orang tua mau memberikan rasa kepercayaan pada anak. Para orang tua harus berani untuk percaya pada si kecil dan katakana kepada si kecil “apapun yang akan kamu lakukan atau kerjakan bunda percaya” misal seperti itu.

  • Biarkan Anak Mengatasi Masalah

Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri, biarkan anak repot dan biarkan anak sulit. Dengan begitu nanti kedepannya ketika si kecil menghadapi suatu masalah tidak perlu bantuan dari orang tua nya karena sudah dapat menyelasaikan masalahnya sendiri. .

  • Berpikir Untuk Menang

Menyeimbangkan kemampuan untuk mendapatkan apa yang diinginkan serta ekspektasi yang lain. Bentuk rasa empati dengan cara mempertimbangkan perasaan orang lain ini dapat membantu si kecil bila terjadi perselisihan maka si kecil akan terlatih untuk segera mencari jalan keluarnya.

  • Wujudkan Sinergi

Membantu anak untuk menghargai orang lain serta memetik hikmah dari persoalan yang terjadi. Tujuannya agar kelak ketika anak sudah dewasa mereka akan lebih mudah dalam memecahkan suatu masalah dan memahami bahwa sikap memafkan bukan kelemahan.

Lalu orang tua dapat membiasakan mereka untuk dapat bersosialisasi dengan bekerja sama bersama orang lain karena tugas yang diselesaikan bersama menghasilkan sebuah solusi yang lebih baik dibandingkan bila bekerja sendiri.

  • Kompromi dan Toleransi

Ajarkan untuk si kecil mau mendengarkan gagasan serta menjaga perasaan orang lain dengan cara melihat dari sudut pandang orang lain. Salah satunya ialah dengan menjadi pendengar yang baik dan tidak menyela ketika orang lain sedang berbicara.

Selanjutnya latihlah si kecil untuk menyuarakan gagasan atau ide mereka. Dengan menggunakan cara ini dapat mengembangkan logika si kecil dalam membedakan masukan yang positif dna juga negatif.

 

Next : Review Buku