Cara Mendidik Anak Hyperaktif

Dalam membesarkan, merawat dan cara mendidik anak hyperaktif itu memang sangat membutuhkan kesabaran, perhatian penuh dan memakan waktu yang lebih banyak. Dalam upaya membantu mendorong perkembangan anak anak, orang tua sangat perlu untuk belajar dan mengelola perilaku anak.

Sebuah hal yang normal bila si kecil sangat aktif dan memiliki sebuah energi yang tidak ada habis habis nya. Namun sebagai orang tua pasti akan curiga bila hal ini malah menjadikan orang tua sukar dalam mengontrol aktivitas dan reaksi si kecil terhadap kejadian yang ada di sekitar si kecil.

Keadaan ini bisa jadi merupakan tanda gejala attention deficit hyperactivity disorder atau sering disebut dengan ADHD.

Sebelumnya penegrtian dari anak hyperaktif ini ialah dimana si kecil memiliki aktivitas tinggi dan tidak mau diam. Anak yang hyperaktif sendiri cenderung akan terus bermain, susah di atur, tidak mau diam, berlairian kesana kemari dan mengalami sulit tidur.

Butuh kesabaran dan juga keuletan dari orang tua untuk melatih anak yang hyperaktif ini. Sifat hyperaktif sendiri dapat dikenadilan dengan pola didik yang benar.

 

Cara Mendidik Anak Hyperaktif

Cara dalam mendidik anak hyperaktif akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Memperhatikan Asupan Makanan Anak

Makanan yang memiliki dampak buruk pada anak autis atau ADHD yaitu makanan yang mengandung kasein dan gluten seperti tepung terigu dan susu sapi.

Bila berlebihan zat ini pada pola makannya anak akan menjadi sulit untuk dikendalikan, mudah mengamuk dan mudah marah.

Kelebihan kandungan glukosa juga tidak baik bagi anak hyperaktif. Hindari si kecil mengkonsumsi makanan ringan yang tinggi gula dan tinggi garam serta makanan instan dan junk food.

Anak autis juga disarankan untuk tidak mengkonsumsi penyedap makanan, pemanis buatan dan makanan yang berkarbohidrat tinggi. Lebih baik bila si kecil memperbanyak mengkonsumsi makanan dari buah dan sayuran.

  1. Memberitahukan Kondisi Anak Pada Lingkungan

Sifat anak yang hyperaktif akan seringkali cukup mengganggu bila berada di tempat yang banyak orang atau berada di tempat umum. Beritahukan pada lingkungan tentang kondisi anak sata ini, sehingga lingkungan dapat memahami dan membantu memberikan perlakuan yang baik dan merasa lebih nyaman.

  1. Melatih Anak Bersosialisasi

Membawa anak ke dalam lingkungan sosial yang dapat mampu menerima keadaan si kecil. Ajarkan si kecil untuk berkomunikasi dengan orang lain yang buka merupakan anggota inti dan libatkan si kecil dalam kelompok bermain dengan amksud untuk menumbuhkan kesadaran akan orang lain.

  1. Memberikan Perhatian Dan Kasih Sayang Yang Lebih

Kasih sayang dari orang tua sangatlah utama untuk si kecil, terlebih untuk anak hyperaktif sangat perlu diberikan kasih sayang yang lebih agar si kecil dapat merasa percaya, merasa nyaman, merasa aman dengan orang tua kandungnya dan mau mendengarkan kata dari orang tua nya.

  1. Memberikan Jadwal Yang Tepat

Beritahukan jadwal harian anak serta latih anak untuk melaksanakan kegiatan itu dengan rutin. Jangan lakukan perubahan jadwal kegiatan terlalu sering, modifikasi pada jadwal harian dapat dilakukan bila dibutuhkan.

Dengan memberikan jadwal harian kepada anak ini diharapkan anak menjadi lebih teratur dalam menggunakan tenaganya. Rutinitas pada jadwal yang ada juga dapat membatasi anak dalam melakukan hal lain yang mungkin tidak sesuai.

  1. Memilih Gaya Belajar Yang Tepat

Memahami dan pahami kemampuan anak dalam menerima sebuah informasi, apakah si kecil lebih cepat menerima informasi dengan mendengar, membaca, menggambar dan atau bermain yang sifatnya motorik.

Pahami kemampuan lebih yang ada di dalam anak dalam hal menerima informasi dan perkuatlah hal tersebut sebagai cara belajar yang efektif. Seperti bila anak lebih tertarik dengan coretan atau dengan warna maka gunakanlah teknik pembelajaran dengan cara menggambar.

  1. Menggunakan Bahasa Sederhana

Menggunakan kata yang sederhana dan perlahan agar mudah dipahami oleh si kecil. Anak yang hyperaktif akan cenderung sulit dalam menerima informasi melalui bentuk kalimat yang panjang, karena anak akan mengalami kebingungan dan frustasi sehingga dapat membahayakan kondisi si kecil.

 

Menenangkan Anak Hyperaktif

Setelah mengetahui cara mendidik anak hyperaktif, sebaiknya orag tua juga perlu mengetahui bagaimana cara menenangkan anak yang hyperaktif agar dapat lebih tenang dan fokus. Berikut beberapa cara menenangkan anak hyperaktif:

  1. Menjauhkan Anak Dari Gangguan

Hal kecil yang mungkin tidak disadari oleh para orang tua sehingga dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi anak hyperaktif. Maka dari itu sangat penting bagi anda untuk mengatur suasana nyaman di sekitar si kecil terlebih saat anak anda sedang mengerjakan pekerjaan rumah atau sedang belajar untuk persiapan ujian.

  1. Membuat Peraturan Yang Jelas Dan Konsisten

Ada beberapa orang tua yang memiliki caranya sendiri untuk mendidik anak. Ada yang mungkin menetapkan banyak peraturan ada pula yang akan lebih santai. Namun sayangnya anak yang hyperaktif tidak dapat dididik dengan cara yang santai.

Karena pada umumnya mereka membutuhkan peraturan yang jelas dan sangat konsisten maka dari itu sangat penting dalam menerapkan disiplin positif dan sederhana di rumah.

Jangan lupa untuk memberlakukan sistem hukuman dan berhadiah. Berikan pujian bila si kecil menuruti dan memahami perintah yang diberikan dan akan berikan konsekuensi yang sangat jelas bila si kecil melanggar aturan yang dibuat.

  1. Sabar

Anak yang hyperaktif akan sering kali membuat para orang tua kesal. Karena si kecil dapat menunjukkan perasaan dengan sangat jelas dan secara gamblang baik itu kegembiraan atau leadakan kemarahan yangs ecara tiba tiba ketika suasana hati si kecil buruk.

Walau dengan keadaan seperti itu disarankan untuk para orang tua agar tetap sabar dan tenang, hindari untuk membentak si kecil dan memberikan hukuman pada si kecil. Perlu diingat bahwa anda ingin mengajarkan mereka untuk lebih tenang dan tidak agresif.

Untuk mengendalikan rasa sabar para orang tua dapat mendinginkan kepalanya dengan mengajarkan teknik pernafasan sederhana seperti mengambil nafas dalam dalam lalu keluarkan secara perlahan selama beberapa kali sampai si kecil merasa tenang.

  1. Membina Hubungan Keluarga Yang Sehat

Hubungan keluarga antara semua aggota keluarga memiliki peranan besar dalam mengelola atau mengubah perilaku anak yang hyperaktif. Hubungan suami istri yang kuat akan dapat merasa lebih mudah dalam menghadapi tantangan dalam menjadi orang tua.

Usahakan untuk menjalin komunikasi yang sehat dengan si kecil, bila si kecil mengajak bicara maka seharusnya anda sebagai orang tua harus menanggapinya dengan tennag dan sabar.

Setelah mengetahui cara mendidik anak hyperaktif dan menegtahui cara menenangkan anak yang hyperkatif poin utamanya ialah bahwa anak hyperaktif sangat membutuhkan dukungan dari orang yang ada di sekitarnya.

Bila dari orang tua nya merasakan kewalahan jangan ragu untuk meminta bantuan dari keluarga ataupun dari teman. Anak hyperaktif juga membutuhkan bantuan profesional seperti konsultasi psikolog anak dan dapat mencari teapis dalam membantu melatih si kecil.

 

 

Next : Review Buku