Dampak Negatif Pola Asuh Otoriter pada Anak

Pola asuh anak menjadi hal yang utama untuk dipikirkan dan disepakati sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Karena pola asuh sangat penting untuk anak-anak, terutama untuk anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang mereka.

Tiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Beberapa pola asuh misalnya pola asuh otoriter ternyata memiliki dampak yang buruk bagi masa depan anak. dampak negatif pola asuh otoriter penting dan perlu orang tua kenali terlebih dahulu.

Orang tua kerap kali mengasuh anak dengan gaya pengasuhan yang cenderung lebih menuntut ketimbang membimbing. Seolah anak harus dicetak sesuai dengan keinginan orang tua tanpa mempertimbangkan bagaiman perasaan anak saat menjalaninya. Karena dengan menjalankan gaya pengasuhan yang keras serta terlalu menuntut dapat berdampak buruk pada anak.

Gaya pengasuhan anak yang cenderung menuntut dan keras disebut dengan pola asuh otoriter. Dampak dalam pengasuhan ini perlu orang tua pertimbangkan ya. Karena dapat mempengaruhi ke banyak hal dalam hidup anak. Berikut ini dampak negatif pola asuh otoriter yang perlu orang tua ketahui:

 

Dampak Negatif Pola Asuh Otoriter pada Anak

  1. Mempengaruhi Kondisi Atau Kesehatan Mental Anak

Pengaruh negatif pola asuh otoriter pada anak ternyata dapat menjangkiti Kesehatan mental anak untuk jangka panjang. Orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter cenderung akan mencetak anak-anak yang tidak bahagia dan pada Kesehatan mentalnya lebih rendah. Pola asuh otoriter dapat menciptakan pola pikir dualistis yang sangat merugikan anak saat tumbuh dewasa.

Karena pemikiran seperti ini hanya menimbulkan hitam dan putih di mana hanya ada baik dan buruk di mata anak, sehingga tidak ada toleransi maupun ambiguisitas. Anak juga cenderung akan kesusahan dalam menentukan apa yang mereka sukai atau tidak mereka sukai.

  1. Menjadikan Anak Lebih Agresif Dan Susah Menerima Pendapat Orang Lain

Menurut penelitian ahli bahwa anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter memiliki orang tua yang juga dibesarkan dengan pola asuh yang sama. Pola asuh otoriter tidak memiliki ruang demokrasi bagi anak. Itu sebabnya pola asuh ini cenderung keras dengan alasan untuk kebaikan anak dalam mendidiknya.

Mendidik anak dengan pola asuh otoriter malah akan cenderung membuat anak lebih agresif, semaunya sendiri dan kurang mau menerima pendapat orang lain.

  1. Anak Memiliki Motivasi Yang Kurang

Dengan mengekang kebebasan anak yang berujung pada anak memiliki motivasi yang kurang. Anak yang dibesarkan secara otoriter lebih mudah mengalami kecemasan dan rasa takut. Tidak hanya itu, anak akan lebih merasa terabaikan dan kurang kasih sayang.

Hal ini nantinya akan mengacu pada pelampiasan kecemasan di luar rumah. Ini juga akan memicu perilaku yang agresif terhadap lingkungan sekitarnya.

  1. Anak Takut Untuk Berpendapat

Anak-anak yang dibesarkan oleh pola asuh otoriter lebih takut untuk berpendapat. Karena hal ini dipengaruhi oleh orang tua yang selalu saja menutup rapat ruang mereka untuk berdiskusi. Sehingga membuat anak ragu untuk bertanya atau pun mengemukakan pendapatnya.

Pola asuh ini juga berdampak pada pengambil keputusan anak yang tak mandiri. Anak kemudian menjadi tidak berani mengambil keputusannya sendiri. Anak dengan pola asuh ini juga cenderung sulit mengatakan tidak pada suatu hal yang sebetulnya tidak ingin ia lakukan atau berikan.

  1. Anak Cenderung Tumbuh Lebih Kaku

Dampak negatif pola asuh otoriter lainnya adalah anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih kaku. Anak lebih mudah marah dan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi secara sosial. Pola asuh otoriter merupakan pola asuh yang terburuk untuk diterapkan.

Karena hanya akan merugikan masa depan anak nantinya. Anak akan tumbuh kaku, mengalami gangguan kepribadian hingga dapat menyebabkan stres pada anak di kemudian hari.

Itulah sedikitnya ada 5 dampak negatif pola asuh anak jika orang tua menerapkan pola asuh otoriter. Karena hal ini sangat merugikan sekali Kesehatan mental maupun kehidupan sosial anak. Dampak-dampak lain pada pola asuh otoriter masih banyak tidak hanya mencakup kelima hal di atas.

Sebaiknya orang tua memikirkan matang-matang pola asuh yang akan diterapkan pada anak agar anak tumbuh dengan memiliki Kesehatan mental dan kehidupan sosial yang baik.

 

Next : Review Buku