Mengatasi Anak Malas Belajar

Banyak para orang tua yang akan merasa khawatir ketika melihat si kecil mengalami masa malas belajar. Maka dari itu sebagai solusinya banyak orang tua yang akan memilih memasukkan si kecil ke tempat les atau pun tempat bimbingan belajar. Padahal bisa saja hal tersebut belum tentu menjadi sebuah solusi yang dibutuhkan oleh si kecil.

Biasanya akan selalu ada penyebab di balik dari kebiasaan anak yang mengalami malas malasan termasuk dalam hal belajar ataupun dalam mengerjakan PR. Bila tingkat kemalasannya sudah ekstrim biasanya anak akan berbohong ketika ditanyakan mengenai aktivitasnya di sekolah.

Maka dari itu sebaiknya para orang tua harus mengenali penyebab anak malas sekolah dan mengetahui bagaimana dalam mengatasi anak malas belajar.

 

Penyebab Anak Malas Belajar Dan Cara Mengatasi Anak Malas Belajar

Ada berbagai banyak faktor yang dapat menyebabkan anak malas belajar baik dari segi fisik, mental ataupun lingkungan belajar yang mungkin kurang mendukung.

Penyebab anak malas belajar diantaranya sebagai berikut:

  • Anak mengalami kesulitan dalam memahami materi
  • Materi belajar kurang menantang untuk anak
  • Anak kurang minat terhadap topik yang dipelajari
  • Anak merasa tidak nyaman dengan lingkungan belajarnya
  • Anak mengalami kelelahan
  • Anak mengalami banyak gangguan

Selanjutnya setelah orang tua mengetahui apa penyebab dari anak menjadi malas belajar maka langkah selanjutnya ialah dengan mencari cara dalam mengatasi anak malas belajar, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Membangun Komunikasi Yang Baik Dengan Anak

Sebelum orang tua menyuruh anak untuk belajar atau menyuruh anak untuk mengikuti belajar di tempat les maka sebaiknya orang tua membuka ruang komunikasi dengan anak terlebih dahulu. Dengan tujuan dari komunikasi ini ialah agar orang tua paham mengenai apa penyebab dari anak malas belajar ini.

Memberikan anak kesempatan agar bercerita mengenai apa yang dia rasakan terhadap proses belajar mulai dari kendala yang dihadapi sampai apa yang diinginkan anak agar dapat membantu anak dalam hal belajar.

2. Mengajak Anak Menentukan Tujuan Belajarnya

Banyak anak yang menganggap belajar merupakan suatu kewajiban semata karena mereka tidak mengerti makna serta manfaat dari materi yang mereka pelajari. Maka dari itu orang tua perlu membantu anak untuk mengenal lebih dalam lagi tujuan dari belajar.

Jika bisa kaitkan dengan cita-cita ataupun minat anak. Sebagai contoh bila anak ingin menjadi arsitek maka ceritakanlah tentang keterkaitan antara tugas arsitek dengan matematika atau pelajaran lainnya.

3. Mengenali Gaya Belajar Anak

Setiap anak pasti memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, Sebagian suka belajar dengan cara membaca sebagian lagi suka dengan mendengarkan sedangkan lainnya akan lebih suka melalui praktek.

Dengan mengenali gaya belajar anak, orang tua dapat lebih mudah memodifikasi materi dan sistem belajar agar dapat sesuai dengan kebutuhan.

4. Membuat Suasana Belajar Menjadi Menyenangkan

Proses belajar anak dapat berlangsung di mana pun bukan hanya di ruang belajar saja. Orang tua sendiri dapat mengajak anak ke museum untuk belajar sejarah, ke kebun binatang untuk belajar mengenai flora dan fauna atau pun ke pusat pusat edukasi ramah anak lainnya.

5. Menghargai Proses Belajar Anak Dan Hindari Untuk Terlalu Fokus Pada Prestasi

Kebanyakan para orang tua yang tidak sadar bahwa ekspresi kekecewaan mereka ketika anak menunjukkan nilai ujian merupakan hal yang menyakitkan bagi anak. Karena disitu anak akan merasa bahwa dirinya tidak mampu dan merasa usahanya tidak dihargai sama sekali.

Sebaiknya orang tua perlu memberi penghargaan ketika anak menunjukkan ketertarikan dan kemajuan dalam proses belajarnya walaupun sekecil apapun itu. Penghargaan terhadap proses belajar, bukan terhadap hasil nya nanti dapat membangun suasana belajar yang menyenangkan untuk anak.

6. Menjadi Role Model

Dalam proses belajar, biasanya anak membutuhkan teladan dari orang tua nya. Ketika memasuki waktu belajar, sebaiknya orang tua membangun suasana menyenangkan belajar di dalam rumah.

Orang tua dapat mendampingi anak belajar atau berada di dekat anak sambil membaca buku dan mengerjakan pekerjaan kantor.

Bila saat anak belajar, orang tua asyik bermain gadget atau menonton tv dapat membuat sebuah pemikiran bahwa belajar merupakan suatu kewajiban yang membuat mereka dijauhkan dari kegiatan yang menyenangkan seperti yang dilakukan oleh orang tua nya.

 

Next : Review Buku