Perkembangan Emosi Anak

Sejak dalam kandungan, anak-anak sudah mampu merasakan apa yang Ibu rasakan. Saat sedih, marah dan gembira saat proses kehamilan berlangsung, anak di dalam kandungan sudah bisa merasakan.

Itu sebabnya banyak dokter mengatakan untuk tetap berpikir positif dan jalan proses kehamilan dengan suka cita agar janin dalam kandungan tumbuh kembang dengan baik.

Ketika anak sudah lahir maka perkembangannya pun juga semakin lebih peka lagi. Karena perkembangan emosi anak usia dini perlu diperhatikan supaya anak-anak mampu mengontrolnya dengan benar.

Pada usia dini tumbuh kembang anak akan membutuhkan perhatian ekstra. Orang tua perlu untuk mengetahui apa saja yang baik dan tidak dalam mendampingi perkembangan emosi mereka.

Sebab, anak-anak akan mengalami banyak fase dan cara yang beragam. Cara-cara yang akan dilalui oleh anak dalam perkembangan emosinya antara lain dalam bidang emosional, sosial, fisik dan kognitif. Pada aspek tertentu, seperti diaspek emosional setiap anak mengalami reaksi perasaan yang berbeda-beda.

Dengan begitu, apa yang anak alami setiap hari akan berpengaruh besar pada anak dalam mengambil keputusan, menghadapi atau menjalani hidup, tingkah laku mereka, cara mereka menikmati hidup, tumbuh dewasa dan pada saat perkembangan usia anak semakin bertambah.

Perkembangan emosi anak akan terus mengalami perubahan-perubahan seiring berjalannya waktu anak bertambah dewasa.

Dalam perkembangan emosional anak-anak juga mencakup perihal mengenali emosi dan perasaan yang anak-anak alami, lalu mengerti mengapa dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi, mengenali perasaan orang lain maupun diri sendiri dan dalam mengembangkan cara atau langkah yang efektif untuk mengelolanya.

Pengalaman-pengalaman anak akan menjadi penentu perkembangan emosi mereka, karena perkembangannya akan semakin kompleks seiring berjalannya waktu. Dengan begitu Kesehatan mental anak adalah yang yang paling penting untuk dijaga dan dikembangkan kemampuan anak dalam mengelolanya.

Pentingnya mendampingi perkembangan emosi anak menjadi tugas para orang tua agar mereka tumbuh dan berkembang dengan kemampuan mengontrol emosi dengan baik.

Kemampuan emosional merupakan kemampuan di mana mereka mampu mengenali, mengerti, mengekspresikan dan mengelola perasaan mereka dengan kepala dingin atau dengan tenang.

Emosi anak sudah bisa terlihat sejak mereka masih bayi misalnya sedih, marah, bahagia dan takut. Selanjutnya saat anak-anak mulai dalam pengembangan sikap untuk sadar diri seperti perasaan-perasaan yang lebih kompleks yaitu rasa empati, terkejut, bersalah, malu dan bangga.

Emosi-emosi seperti itu akan terus mengalami perkembangan hingga anak beranjak dewasa. Anak-anak akan mengalami perubahan dalam diri mereka serta cara dan sikap mereka dalam menanganinya.

Beberapa faktor dapat menjadi pengaruh besar dalam proses perkembangan emosi anak. Misalnya saja faktor usia anak di mana perilaku dan kondisi mental mereka lebih mudah cepat berubah-ubah.

 

Perkembangan Emosi Anak Usia Dini

Berikut ini adalah faktor yang pada umumnya terjadi pada masa perkembangan emosi anak-anak:

  1. Kematangan Emosional

Faktor pertama yang bisa menjadi pengaruh besar dalam perkembangan emosi anak adalah kematangan emosionalnya. Seperti pada bayi yang belum memiliki kematangan emosional karena tubuh mereka masih dalam proses tumbuh kembang, sehingga kelenjar endoktrin dalam diri bayi masih belum berkembang dengan sempurna.

Dikatakan seorang matang secara emosional adalah ketika produksi kelenjar endoktrin dalam tubuh anak berkembang dengan baik. Sehingga mereka tidak kekurangan kelenjar endoktrin dalam tubuhnya di mana endoktrin dapat mendukung sebuah reaksi fisiologis terhadap penyakit mental stres.

  1. Metode Belajar

Faktor yang kedua yang dapat menjadi pengaruh besar perkembangan emosi anak adalah dalam metode belajar mereka. Metode belajar anak usia dini ternyata mampu mempengaruhi emosional mereka lho. Berikut metode belajar yang bisa menunjang perkembangan emosi anak:

  • Meniru
  • Mengindentifikasi
  • Trial and eror
  • Berlatih
  • Mengkondisi
  • Berlatih

Itulah dua faktor yang dapat menjadi pengaruh dalam mengembangkan perkembangan emosi anak usia dini. Beberapa anak memiliki karakteristik berbeda-beda pada tiap anak. karakteristik yang umum pada ana kantara lain adalah unik, aktif, egosentris, ingin tahu, imajinatif, eksploratif dan spontan.

Karakter-karakter tersebut adalah yang umum terjadi dan dimiliki oleh anak-anak. Karena anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung pola asuh orang tua dan lingkungannya.

 

Next : Review Buku